Mengurus keponakan ada susah, ada senangnya. Saya sih ingin mengingat yang senangnya saja. Salah satu keponakan saya namanya Syauqi, lima bulan. Yang lucu dari dia adalah DIA BISA PUSH UP. Hihi, lucu deh...
Kamis, 31 Maret 2011
Selasa, 29 Maret 2011
TTS: Metode Mengajar Asik
Tiga tahun mengajar di bimbel dengan anak-anak murid yang biasanya anak dari orang tua yang punya duit lebih. Satu sesinya 1 jam 45 menit. Buat satu pelajaran Bahasa Indonesia itu lama sekali. Murid (termasuk pengajarnya) pasti bosan setengah hidup (daripada setengah mati). Menjadi seorang pengajar, kita harus berkewajiban mengingat masa menjadi murid. Saya selalu bertanya, "Bagian apa ya yang membuat saya asik dengan pelajaran Bahasa Indonesia?" Oh iya, waktu SMP saya pernah disuruh mengisi TTS. Saya memang suka mengisi TTS di koran hari Minggu. Ternyata anak-anak zaman sekarang pun berpikir hal yang sama.
Awalnya TTS saya buat secara manual. Bikin kata untuk nomor 1 mendatar dan menurun. Kemudian, bikin kata-kata dengan dirangkai seperti main scrabble (tahu kan scrabble?). Tidak sampai satu tahun ternyata saya menemukan program asik untuk membuat TTS. Kita dapat mengunduh program ini dari alamat www.eclipsecrossword.com. Caranya cukup mudah, kita tinggal mengetik kata-kata dan pertanyaannya. Yang menjadi sulit mungkin sewaktu kita ingin mencetaknya.
Kalau saya, biasanya memakai program primo PDF. Program ini seperti printer. Jadi, kalau kita ingin mencetak, ubah setting-an tipe printer menjadi primo PDF. Nah, hasil TTS dapat kita lihat dalam bentuk PDF. Dari sini timbul masalah baru. Bagaimana cara mengubah bentuknya? Kalau saya sih tambah program lagi, yaitu memakai foxit editor. Dengan program ini semua bentuk PDF dapat kita edit. Langkah untuk mencetak ini tidak terlalu praktis menurut saya. Ada beberapa langkah untuk mencetak bukan dalam bentuk PDF (agar saat dicetak TTS dapat dan pertanyaannya dapat disesuaikan menjadi dua TTS per lembar).
Saya tidak terlalu ahli untuk masalah komputer. Maklum, saya hanya lulusan sastra yang sangat tertarik dalam bidang komputer dan sejenisnya. Nah, saya mempunyai soal TTS ilmu pengetahuan umum untuk dibagikan bagi pengunjung blog saya. TTS ini dalam bentuk PDF dan dalam satu halaman ada dua TTS yang sama. Jadi, biaya fotokopi pun hemat. Namun, jawabannya cari tahu sendiri ya. Kalau malas, boleh kok bertanya di wall FB saya.
Soal TTS umum
Awalnya TTS saya buat secara manual. Bikin kata untuk nomor 1 mendatar dan menurun. Kemudian, bikin kata-kata dengan dirangkai seperti main scrabble (tahu kan scrabble?). Tidak sampai satu tahun ternyata saya menemukan program asik untuk membuat TTS. Kita dapat mengunduh program ini dari alamat www.eclipsecrossword.com. Caranya cukup mudah, kita tinggal mengetik kata-kata dan pertanyaannya. Yang menjadi sulit mungkin sewaktu kita ingin mencetaknya.
Kalau saya, biasanya memakai program primo PDF. Program ini seperti printer. Jadi, kalau kita ingin mencetak, ubah setting-an tipe printer menjadi primo PDF. Nah, hasil TTS dapat kita lihat dalam bentuk PDF. Dari sini timbul masalah baru. Bagaimana cara mengubah bentuknya? Kalau saya sih tambah program lagi, yaitu memakai foxit editor. Dengan program ini semua bentuk PDF dapat kita edit. Langkah untuk mencetak ini tidak terlalu praktis menurut saya. Ada beberapa langkah untuk mencetak bukan dalam bentuk PDF (agar saat dicetak TTS dapat dan pertanyaannya dapat disesuaikan menjadi dua TTS per lembar).
Saya tidak terlalu ahli untuk masalah komputer. Maklum, saya hanya lulusan sastra yang sangat tertarik dalam bidang komputer dan sejenisnya. Nah, saya mempunyai soal TTS ilmu pengetahuan umum untuk dibagikan bagi pengunjung blog saya. TTS ini dalam bentuk PDF dan dalam satu halaman ada dua TTS yang sama. Jadi, biaya fotokopi pun hemat. Namun, jawabannya cari tahu sendiri ya. Kalau malas, boleh kok bertanya di wall FB saya.
Soal TTS umum
Kamis, 17 Maret 2011
Bisnis di Sekolah
Masih waktu SD. Ibu saya mempunyai benang karet. Kakak saya yang kedua mengajarkan saya membuat gelang dengan manik-manik bekas. Saya lumayan membuat banyak (gak sampe 10 sih). Akhirnya saya jual ke beberapa teman. Paling waktu itu cuma laku 6 atau 7 buah. Namanya juga anak kecil haha...
Masih SD, haha... ternyata otak bisnis saya jalan ya. Pernah ayah saya dikirimi banyak majalah bekas. Maksudnya sih buat perpustakaan atau sumbangan gitu. Karena iseng, saya gunting semua poster dan pin up artis dan atlet terkenal. Selembar pin up saya jual 100, kalau poster antara 200--300, tergantung besarnya. Saya tidak dimarahi tuh, majalah bekas sih, haha. Hasilnya pun buat tambahan saya jajan, hehe.
SMP... saya gak ada waktu buat nyari ide berbisnis. Uang jajan saya bertambah sih dan lagi saya tidak perlu transport. Jadi, selama SMP saya tidak khawatir kekurangan jajan. Bisa dibilang saya dari dulu hemat jajan buat beli komik, xixixi.
SMA... adalah masa2 sering ke warnet (sekitar tahun 2005). Keinginan beli komik dan ke warnet sungguh menggiurkan. Akan tetapi, di kelas 2 SMA ayah saya meninggal. Jadilah saya khawatir dengan keuangan keluarga saya. Meskipun uang sekolah ditanggung tetangga, tetapi ibu saya orangnya kurang peka masalah kebutuhan anak2nya. Saya dibesarkan oleh seorang ayah yang tidak suka anaknya manja. Jadilah saya harus memutar otak saya. Bisnis apa lagi kira2 ya?
![]() |
| contoh foto artis Korea |
Kuliah... saya belajar bahwa seorang pembisnis itu butuh modal dan kerja keras. Saat kuliah, modal saya kurang dan waktu terbatas. Tahun pertama agak sulit bagi saya untuk bergaul. DI awal tahun 2007 sedang maraknya pembuatan pin. Akhirnya, masih memakai gambar2 yang saya punya saya membuat 100 pin. 50 ukuran 32 cm dan 50 buah ukuran 24 cm (kalau tidak salah sih). Untungnya lumayan, tapi karena modalnya besar dan dijualnya pun mahal, saya mengurungkan niat mencoba memesan pin lagi.
Akhirnya di tahun kedua (2008) saya memutuskan untuk mengajar bimbel (setelah merasa ilmunya sudah lumayan). Itu enaknya kuliah, bisa nyari kerjaan freelance dengan mudah. Uang dari ibu dapet, dari kerjaan dapet, uang kuliah pun gak usah khawatir, ada tetangga yang bayarin (terima kasihku tak terhingga untuk beliau).
Tapi ternyata otak bisnis saya ingin tetap menyelinap keluar. Akhirnya, saya memutuskan untuk membantu teman saya di danus. Saya lebih ke bagian penjualan. Saya beli jajanan di pasar. Yang satuan harganya 500 dijual menjadi 1500/2. Untungnya lumayan. Itu baru dijual ke satu angkatan. Gara2 itu saya juga mulai sering jajan di pasar.
![]() |
| contoh 4 pembatas buku di selembar foto |
Itulah pengalaman bisnis saya yang bisa dicoba untuk anak sekolahan. Mungkin beberapa orang memilih jualan praktis dengan MLM. Saya sebenarnya dulu sempat tertarik, tapi butuh modalnya cukup besar dan kadang harus "nombok" pesanan orang. Saya tidak pernah pegang uang banyak dan modal pun sempat saya pinjam dari uang yayasan keluarga (gak sampe seminggu langsung balik kok). Kalau dipikir-pikir saya tidak pernah pegang uang banyak mungkin karena uangnya langsung saya pakai buat beli komik. Ah... parah deh, kalau sekarang sih buat beli novel fantasi hehe...
NB: gak usah dikoreksi bahasanya baku atau EYD-nya benar atau nggak. Lagi males tuh ngetiknya.
Langganan:
Postingan (Atom)



